Pengertian Fiqh Mu’amalah

Pengertian Fikih Muamalah

Fikih muamalah terdiri atas dua kata, yaitu fikih dan muamalah. Menurut etimologi fikih adalah paham, sedang menurut terminologi fikih pada mulanya berarti pengetahuan keagamaan yang mencangkup seluruh ajaran agama baik berupa akidah,akhlak maupun amaliah(ibadah), yakni sama dengan arti syari’ah islamiyah. Namun pada perkembangan selanjutnya fikih diartikan sebagai bagian dari syari’ah islamiyah, yaitu pengetahuan tentang hukum syari’ah islamiyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia yang telah dewasa dan berakal sehat yang diambil dari dalil-dalil terperinci.

Menurut etimologi kata muamalah adalah bentuk masdar dari kata ‘amala yang artinya saling bertindak,saling berbuat,dan saling beramal. Jadi pengertian fikih muamalah adalah aturan-aturan(hukum) Allah yang ditunjukan untuk mengatur kehidupan manusia dalam urusan keduniaan atau urusan yang berkaitan dengan urusan duniawi dan sosial kemasyarakatan.

Pengertian Harta

Harta menurut etimologi ialah sesuatu yang dibutuhkan dan diperoleh manusia, baik berupa benda yang tampak seperti emas, perak, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun(yang tidak tampak), yakni manfaat seperti kendaraan, pakaian, dan tempat tinggal.

Adapun pengertian harta menurut istilah ahli fikih terbagi dalam 2 pendapat:

  1. Menurut ulama’ hanafiah

Harta ialah segala sesuatu yang dapat diambil, disimpan, dan dapat dimanfaatkan.

  1. Menurut jumhur ulama’fikih selain hanafiah

Harta ialah segala sesuatu yang bernilai dan mesti rusaknya dengan menguasainya.

Kedudukan harta dalam al-Qur’an dan sunah

  1. Dalam al-Qur’an:
  • Harta sebagai fitnah
  • Harta sebagai perhiasaan hidup
  • Harta untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai kesenangan
  1. Dalam as-Sunnah:
  • Kecelakaan bagi penghamba pada harta
  • Penghambat harta adalah orang terkutuk

Fungsi Harta

  • Kesempurnaan ibadah mahzhab, seperti sholat memerlukan kain untuk menutup aurat,
  • Memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah ,
  • Meneruskan estafeta kehidupan agar tidak meniggalkan generasi lemah(QS. an-Nisa’:9),
  • Menyelaraskan antara kehidupan dunia dan akhirat.

 

Pembagian Harta

  1. Harta Muttaqawwim dan Ghair Muttaqawwin
    1. Harta muttaqawwim ialah segala sesuatu yang dapat dikuasai dengan pekrejaan dan dibolehkan syara’ untuk memanfaatkanya, seperti macam-macam benda yang tidak bergerak, yang bergerak dan lain-lain.
    2. Harta ghair muttaqawwim ialah sesuatu yang tidak dapat dikuasai dengan pekerjaan dan dilarang syara’ untuk memanfaatkanya, kecuali dalam keadaan madarat, sepreti khamar.
    3. Harta ‘Aqar dan Manqul
      1. ‘aqar adalah harta tetap yang tidak mungkin dipindahkan dan diubah dari satu tempat ke tempat lain menurut asalnya, seperti rumah, dan hal-hal yang membumi.
      2. Harta manqul adalah harta yang dapat dipindahkan dan diubah dari tempst satu ketempat lain, hal ini mencakup uang, barang dagangan, macam-macam hewan, benda-benda yang ditimbang dan diukur.
      3. Harta Mitsli dan Qimi
        1. Harta mitsli adalah harta yang memiliki persamaan atau kesetaraan di pasar, tidak ada perbedaan pada bagian-bagianya atau kesatuannya, yaitu perbedaan atau kekurangan yang biasa terjadi dalam aktifitas ekonomi.
        2. Harta qimi adalah harta yang tidak mempunyai persamaan di pasar atau mempunyai persamaan, tetapi ada perbedaan menurut kebiasan antara kesatuanya pada nilai, seperti binatang dan pohon.
        3. Harta Istihlaki dan Isti’mali
          1. Harta istihlaki adalah harta yang dapat diambil manfaatnya dengan merusak zatnya.
          2. Harta isti’mali adalah harta yang dapat diambil manfaatnya, sedangkan zatnya tetap [tidak berubah].
          3. Harta Mamluk, Mubah dan Mahjur
            1. Harta mamluk adalah sesuatu yanh berada dibawah kepemilikan, baik milik perseorangan, maupun milik badan hukum, seperti pemerintahan dan yayasan.
            2. Harta mubah adalah sesuatu yang pada asalnya bukan milik seseorang seperti air pada mata air, binatang buruan darat, laut, pohon-pohon di hutan dan buah-buahanya.
            3. Harta mahjur adalah sesuatu yang tidak dibolehkan dimiliki sendiri dan disyariatkan memberikanya kepada orang lain adakalanya benda itu merupakan benda waqof ataupun benda yang dikhususkan untuk masyarakat umum seperti jalan raya, masjid, kuburan segala harta yang diwaqofkan.
            4. Harta ‘Ain dan Dain
              1. Harta ‘ain adalah harta benda yang berbentuk benda, seperti kursi, meja, rumah, dll. Harta ‘ain terbagi 2, yaitu:
  • Harta ‘ain dzati qimmah, adalah benda yang memiliki bentuk dan nilai.
  • Harta ghair dzati qimmah, adalah benda yang tidak dapat dipandang sebagai harta, karena tidak memiliki nilai atau harga, seperti sebiji beras.
  1. Harta Dain adalah sesuatu yang berada dalam tanggung jawab.
  2. Harta yang dapat dibagi dan harta yang tidak dapat dibagi
    1. Yang dapat dibagi (Qobi li al-qismah) adalah harta yang tidak menimbulkan suatu kerugian atau kerusakan apabila harta tersebut dibagi-bagi seperti beras, tepung dan lain-lain.
    2. Yang tidak dapat dibagi (Ghair qabi li al-qismah) adalah harta yang menimbulkan kerugian atau kerusakan apabila harta tersebut dibagi-bagi seperti piring, mesin, meja dan lain-lain.
    3. Harta Pokok dan Harta Hasil
      1. Harta pokok adalah harta yang menyebabkan adanya harta yang lain, seperti sapi, kambing dan lain-lain, dan harta pokok juga disebut dengan modal.
      2. Harta hasil (tsamarah) adalah harta yang terjadi dari harta yang lain, seperti daging, susu dan lain-lain.
      3. Harta Khas dan Harta ‘Am
        1. Harta Khas adalah harta pribadi yang tidak bersekutu dengan harta lain dan tidak dapat diambil manfaatnya atau digunakan kecuali atas kehendak atau atas seizinnya.
        2. Harta ‘Am adalah harta milik umum atau bersama, semua orang boleh mengambil manfaatnya sesuai dengan ketetapan yang disepakati bersama oleh umum atau penguasa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s