Penelitian Hadist “Seorang Muslim Tidak Bisa Mewarisi Orang Kafir dan Sebaliknya”

2.1 Bunyi Hadist

حدثنا سعيد بن عبد الرحمن المخزومى وغير واحد, قالوا حدثنا سفيان عن الزهري, وحدثنا على بن حجر قال اخبرناهشيم عن الزهري عن علي بن حسين عن عمرو بن عثمان عن اسامة بن زيد ان رسول الله ص. ل قال لايرث المسلم الكافر ولاالكافر المسلم (رواه الترمذي)

Artinya: diceritakan oleh Said Bin Abdir Rahman Almakhzumi dan tidak hanya satu, mereka berkata diceritakan oleh Sufyan Dari Zuhri, dan diceritakan oleh Ali Bin Hujr, dia berkata saya dikhabari oleh Husyaim dari Zuhri dari ali bin Husain dari Amr’ Bin Ustman dari Usamah Bin Zaid bahwa Rosulullah SAW bersabda:  “Seseorang Yang Muslim Tidak Dapat Mewaritsi Orang Kafir Dan Orang Kafir Juga Tidak Dapat Mewaritsi Orang Islam” (HR. Tirmidzi)

Hadist di atas terdapat di Mu’jam Al Mufarras Li Al Fadzi Al Hadistin Nabawi dengan kata kunci lafadz “kafara”[1], dengan perincian:

خ حج : ٤٤ مغازي ٤٨ , فرائض ٢٦

, د فرائض۰ ١  ت فرائض ١٥۰ جه فرائض ٦  دى فرائض ٢٩  ط فرائض ١۰  حم ٥ م فرائض ١

 

 

2.2 Susunan Sanad Hadist

لايرث المسلم الكافر ولاالكافر المسلم

قال

اسامة بن زيد

عن

عمرو بن عثمان

عن

علي بن حسين

عن

الزهري/محمد بن مسلم

عن

سفيان بن عيينة                                     هشيم

حدثنا                                     اخبرنا

سعيد بن عبد الرحمن                     على بن حجر

  2.3 Secara Manual

Nama

 

TL/TW/Umur Guru Murid Pendapat ulama’
Usamah bin zaid bin harisah bin syarokhil[2] TW: 54 4

Nabi Muhammad, ayah nabi, dan Usamah

32

Umar bin ustman bin affan, Ibnu Abbas, dan Kuraib

Ibnu madani dan abu hatim : tidak mendengar sesuatu kejelekan, kegiatanya  mengikuti rasul
Umar Bin Ustman bin Affan[3]   2

Usamah bin zaid, , dan Ustaman Bin Affan

4

Said bin Musayyab, Ali bin Husain, Abu zina

Ibnu Said: adil

Ibnu Hibban: adilnya sifat adil

Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib[4] TW : 100 H 18

Umar Bin Ustman bin Affan, Said bin Musayyab, Abi Hurairah

34

Abu Hamzah at Tzimali, Azzuhri, Muhammad bin Hilal al Madani

Ibnu Sa’id: adil

Ibnu uyainah: saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih faqih dari pada beliau,

Al ‘ajali: Adil

Azzuhri/Muhammad bin Muslim[5] TW: 125 H 72

Ali Bin Husain, Abdullah Bin Umar, Abdullah bin Ja’far

51

Sufyan bin ‘uyainah, Ibrahim bin Sa’ad Husyaim bin Basyir,

Al bukhari: seperti hafal seribu hadist,

Ibn Said: adil, banyak hadistnya, ilmunya serta ahli Fiqh

Ibnu mahdi: saya tidak pernah melihat seseorang yang lebbih tahu dari pada zuhri.

Husyaim bin basyir[6] TL: 140 TW: 183 10

Az zuhri, Umar bin Dinar, Abi Zabir

23

Ali bin Hujr, sya’bah, ibrahim bin Abdillah

Al ‘ajali: adil

Abu dawud: tidak terdapat kejelakan

Abu hatim: orang yang bagus hadistnya

Ali bin hujr[7] TW: 244 H 56

Husyaim bin Basyir, haql bin ziyad, yahya bin said

28

Muhammad bin yahya bin khalid, mahmud bin muhammad, qais bin muslim

An Nasa’i: adil,

Abu bakar al Khatib: orang yang benar dan khafidz,

Abu ali: orang yang utama hafalanya

Sufyan bin ‘uyainah[8] TL: 107 H. TW: 198 H. Umur : 90 thn 211

Az Zuhri, Abdul malik  bin Amr, Al a’masy

182

Sofwan bin Soleh, Sa’id bin Abdir Rahman, Musy’ar

Ibnu Said: adil, bagus.

Abu Hatim: adil yang dapat dijadikan Hujjah,

Ibnu Kharisi: adil

Said bin Abdir Rahman bin Hasan[9] TW: 249 H 5

Sufyan bin Uyainah, Ibrahim bin Uyainah, Hisyam bin Sulaiman

19

At tirmidzi, Annasa’i, Ahmad bin Zakariya

An nasa’i: adil, tidak ada kejelekan

Ibnu Hibban: adilnya adil

 

 

2.4 Secara Komputer

Nama

 

TL/TW/Umur Guru Murid Pendapat ulama’
Usamah bin zaid bin harisah bin syarokhil TW: 54 H 2

Bilal bin rabah, , dan zaid bin harisah

30

Umar bin ustman bin affan, Ato’ bin ya’kub, dan Kuraib

Termasuk golongan sahabat yang berkedudukan adil
Umar Bin Ustman bin Affan   2

Usamah bin zaid, dan Ustaman Bin Affan

3

Said bin Musayyab, Ali bin Husain, Abu yusuf

Ibnu Said: adil

Ibnu Hibban: adilnya sifat adil

Muhammad bin sa’ad: adil

Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib TW : 93 H 15

Umar Bin Ustman bin Affan, Said bin bin abdillah, Aslam maula

18

Muhammad bin umar, Azzuhri, Abdul Aziz

Muhammad bi sa’ad: adil

Ibnu hibban: adil,

Al ‘ajali:adil

Azzuhri/Muhammad bin Muslim TW: 124 H 185

Ali Bin Husain, Abdullah Bin Umar, Abdullah bin Ja’far

141

Sufyan bin ‘uyainah, Ibrahim bin Sa’ad Husyaim bin Basyir,

Laist bin sa’id: saya tidak pernah melihat orang yang alim dari padanya

Musa bin ismail; sangat mengetahui sunnah rasul

Husyaim bin basyir  TW: 183 83

Az zuhri, Umar bin Dinar, Abi Zabir

77

Ali bin Hujr, sya’bah,

Al ‘ajali: adil

Ibnu hibban: adil

Abu hatim: adil

Ali bin hujr TW: 244 H 48

Husyaim bin Basyir, haql bin ziyad, yahya bin said

1

Umar bin khalid

An Nasa’i: adil,

Abu bakar al Khatib: orang yang benar dan khafidz,

Al hakim: adil

Sufyan bin ‘uyainah TW: 198 H. 191

Az Zuhri, Abdul malik  bin Amr, Al a’masy

163

Sofwan bin Soleh, Sa’id bin Abdir Rahman, Musy’ar

Ibnu wahab: saya tidak pernah melihat orang yang ahli kitab dari padanya.

Al Ajali: adil yang tetap

 

Said bin Abdir Rahman bin Hasan TW: 249 H 2

Sufyan bin Uyainah, Abdillah bin walid

2

At tirmidzi, Annasa’i,

An nasa’i: adil, tidak ada kejelekan

Ibnu Hibban: adilnya adil

 

 

Kesimpulan: Dari penelitian sanad dapat di publikasikan bahwa penelitian  secara manual dan kompurter, data  di atas menunjukkan bahwa sanad hadist sambung dan dapat dijadikan Hujjah, hadistb di atas terdapat perbedaan dalam segi jumlah guru, murid serta Jarh Wa Al Ta’dilnya.

2.5. Beografi  Perawi

Usamah bin zaid

Beliau yang bernama aslikan Usamah Bin Zaid Bin Harisah Bin Syarokhil meninggal dunia pada tahun 54 H. beliau mempunyai guru 4 diantaranya adalah Nabi Muhammad SAW, usamah, dan mempunyai 32 murid diantaranya Umar Bin Ustman bin affan, Ibnu Abbas, dan kuraib, shighat yang dipakai beliau dalam meriwayatkan hadist kepada umar bin ustman adalah dengan Muan’an ( menggunakan lafadz ‘an), yang menunjukkan bahwa adanya pertemuan langsung antar keduanya. Para ulama’ berpendapat bahwa beliau termasuk orang yang mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW.

Umar Bin Ustman

Beliau yang bernama lengkap Umar Bin Ustman Bin Affan, dalam penelitian secara manual dan komputer, tidak ditemukan tahun lahir atau meninggalnya. Beliau yang mempunyai 2 guru yakni Usamah Bin Zaid, Ustman bin Affan dan 4 murid diantaranya adalah Said Bin Musayyab, Ali Bin Husain, Abu Zina, shighat yang dipakai beliau dalam meriwayatkan hadist kepada ali bin husain adalah dengan Muan’an ( menggunakan lafadz ‘an), yang menunjukkan bahwa adanya pertemuan langsung antar keduanya. Para ulama’ berpendapat bahwa beliau termasuk golongan orang yang adil dalam meriwayatkan hadist.

Ali bin Husain

Beliau yang bernama aslikan Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib meninggal dunia pada tahun 100 H, beliau mempunyai guru sebanyak 18 diantaranya adalah Umar Bin Ustman Bin Affan, dan mempunyai murid sebanyak 34 diantaranya adalah Abu Hamzah At Tzimali, Az Zuhri, dan Muhammad bin Hilal al Madani. shighat yang dipakai beliau dalam meriwayatkan hadist kepada Az zuhri adalah dengan Muan’an ( menggunakan lafadz ‘an), yang menunjukkan bahwa adanya pertemuan langsung antar keduanya.dan para ulama’ menilai beliau adalah seseorang yang adil dalam periwayatanya.

Az Zuhri

Az zuhri yang bernama aslikan Muhammad Bin Muslim Az Zuhri meninggal dunia pada tahun 125 H. yang mempunyai 72 guru di antaranya adalah Ali Bin Husain, Abdullah bin umar, Abdullah bin ja’far, dan mempunyai murid sebanyak 51 diantaranya adalah Sufyan Bin Uyainah, Ibrahim bin sa’ad, Husyaim Bin Basyir. Az zuhri di sini meriwayatkan kepada dua orang, meskipun isi kandungan hadistnya sama, tapi berbeda waktu penyampaian. shighat yang dipakai beliau dalam meriwayatkan hadist kepada sufyan bin uyainah dan husyaim bin basyir adalah dengan Muan’an (menggunakan lafadz ‘an), yang menunjukkan bahwa adanya pertemuan langsung. Para ulama’ menilai beliau adalah sesorang yang hafal banyuak hadist

Husyaim Bin Basyir

Husyaim Bin Basyir meninggal pada tahun 183 H. beliau mempunyai 10 garu, diantaranya Az Zuhri, Umar Bin Dinar, Abi Zabir. Dan mempunyai 23 murid di antaranya Ali Bin Hujr, Sya’bah, Ibrahim bin abdillah. shighat yang dipakai beliau dalam meriwayatkan hadist kepada ali bin hujr adalah dengan lafadz “Akhbarona” yang menunjukkan bahwa beliau menceritakan langsung kepada ali bin hujr. Pendapat ulama’ tentang beliau adalah beliau termasuk orang yang adil.

  Ali Bin Hujr

Ali Bin Hujr meninggal pada tahun 244, beliau mempunyai 56 guru diantaranaya adalah Husyaim Bin Basyir, Haql Bin Ziyad, Yahya Bin Sa’id. Dan mempunyai murid sebanyak 28 di antaranya adalah Muhammad bin yahya bin Khalid, Mahmud bin Muhammad, qais bin muslim.. penadapat ulama’ tentang beliau adalah beliau adalah orang yang adil dalam meriwayatkan hadist serta orang yang kuat hafalanya.

Sufyan Bin Uyainah

Sufyan Bin Uyainah meninggal pada tahun 198 H, beliau lebih lama hidupnya dari pada Husyaim Bin Basyir, beliau mempunyai guru sebanyak 211 di antaranya adalah Az Zuhri, Abdul Malik Bin Amr, Al ‘Amasy. Dan mempunyai murid sebanyak 182 diantaranya adalah Sofwan Bin Saleh, Sa’id Bin Abdirrahman, Musy’ar. . shighat yang dipakai beliau dalam meriwayatkan hadist kepada sa’id bin abdirrahman adalah dengan lafadz “Khadatsana” yang menunjukkan bahwa sa’id bin abdirrahman itu diceritai secara langsung oleh sufyyan bin uyainah. Pendapat ulama’ tentang beliau adalah termasuk golongan orang yang adil  dan dapat dijadikan pegangan.

Sa’id Bin Abdirrahman

Beliau yang bernama aslikan Said Bin Abdirrahman Bin Hasan, meninggal dunia pada tahun 249 H yang mana hidupnya lebih lama dari pada Ali Bin Hujr yang meninggal pada tahun 244. Beliau mempunyai 5 guru, di antaranya adalah Sufyan Bin Uyainah, Ibrahim bin uyainah, Hisyam Bin Sulaiman. Dan mempunyai murid sebanyak 19, di antaranya adalah Al Tirmidzi (Takhrij hadist) an Nasa’I, Ahmad Bin Zakariya. Pendapat ulama’ tentang beliau adalah termasuk orang yang adil dalam periwayatanya, dan tidak terdapat kejelekan dalam periwayatanya.

2.6 Penelitian Matan

Untuk pendekatan dengan Al-qur’an, hadist yang saya kaji ini di dalam al-Quran tidak ditemukan ayat yang menerangkan tentang tidak bolehnya seorang muslimboleh mewarisi terhadap orang kafir, dan juga sebaliknya.

Dalam hadis shahih bukari disebutkan:

 حدثنا  ابوعاصم عن ابن جريح عن ابم شهاب عن علي بن حسين عن عمرو بن عثمان عن اسامة بن زيد رضي الله عنهما ان النبي ص. ل قال لايرث المسلم الكافر ولاالكافر المسلم. (رواه البخاري)

dalam hadist di atas isi kandunganya sama dengan hadis yang dibawakan oleh Imam Tirmidzi, Cuma beda jalur sanad saja.

2.7 Fakta sejarah

Dengan turunya hadist tersebut, sejarah membuktikan bahwa pada zaman terdahulu pernah terjadi pemberian warist terhadap beda agama, dan hukum warist itu sendiri, baru diturunkan saat seseorang yang bernama saad bin rabi’ mempunyai istri dan dua anak, yang mana saad bin meninggal dunia dan hartanya di bawa seluruhnay oleh pamanya. Kemudian istri saad berkunjung kerosul, dan selang waktu yang tak begitu lama, kemudian turunlah ayat yang    للذكر مثل حظ الانثيين.

2.8 Ilmu Pengetahuan

Untuk  ilmu pengetahuan, ilmu mawarist sudah ada sejak zaman terdahulu, bentuk dari ilmu pengetahuan yang diterapkan  dalam mawarist sudah dipelajari di kebanyakan pondok pesantren yang berbasis salaf, di fakultas-fakultas yang berbasis syari’ah. Dalam Al Qur’an juga disebutkan semisal dalam surat an Nisa’ ayat 11 yang berbunyi يوصيكم الله في اولادكم للذكر مثل حظ الانثيين   yang mana Allah telah berwasiat bahwa satu laki di umpamakan dengan dua perempuan.

2.9 Secara Sosial

Secara sosial, setiap orang ingin  mempunyai bagian yang sama rata, tidak mau untuk dibanding-bandingkan, karna laki-laki harus mendapatkan dua bagian, sedangkan perempuan mendapatkan satu bagian. Dalam hal seperti dalam kehidupan sosial, sangatlah wajar, karna adanya rasa ingin menguasai itu ada, apalagi dalammasalah ini dikaji dalam GENDER, maka pembagian waris pasti rata,antara laki dan perempuan. Namun perempuan dalam hal Gender, juga mempunyai batasan dalam cara memimpinya seperti, dalam rumah tangga, yang memutuskan terjadinya hukum talak itu terjadi adalah suami, istri tidak bisa menalak suaminya, meskipun dalam rumah tangga tersebut yang mencari nafkah batin adalah seorang istri.

2.10 Natijah

Kesimpulan dari penelitian matan di atas dapat di publikasikan bahwa ilmu mawaris sudah menjadi ilmu pembelajaran di instansi-isntansi Islam khususnya di Pondok Pesantren yang berbasis salaf dan fakultas fakultas yang berlandaskan Syari’ah, serta mawarist juaga sudah melekat pada jiwa setiap orang yakni masyarakat meskipun tidak pernah belajar apa itu warist? Hadist yang saya kaji menurut penelitian yang sudah dilakukan,  hadist tersebut adalah hadist yang termasuk kategori yang shahih dan dapat di jadikan hujjah dalm kehidupan sehari-hari, karna seluruh aspek sanadnya sambung dan tidak cacat dalam perawi

2.11 Pendekatan Dengan Syarah

Dalam hal ini para ulama’ berbeda pendapat, ada yang memperbolehkan memberikan warisan, dan ada juga yang tidak memperbolehkan, ulama’ yang memperbolehkan, itu melihat terhadap kaidah الاسلام يعلو ولا يعلى عليه , akan tetapi kebanyakan para ulama tidak menyetujuinya, seperti dari golongan sahabat, tabi’in, dan setelahnya semisal imam syafi’i.  karna makna dari lafadz tersebut adalah tentang “Keutamaan Al-Qur’an”. [10]


[1] Mu’jam Al Mufarras Li Al Fadzi Al Hadistin Nabawi  juz 7 hlm 43

[2] Lil Hafidz Al Muttaqin Jamaluddin “ Tadzhibul Kamal Fi Asmair Rijal”  Juz 1 hlm 338

[3]  Al hafidz Syihabuddin “Tadzhibu Al Tadzhib” juz 3 hlm 292

[4] Ibid.,154

[5] Ibid., juz 7 hlm 420

[6] Syamsuddin abi Abdillah” Tadzhibu Al Tadzhib” juz 9 hlm 305

[7] Al hafidz Syihabuddin “Tadzhibu Al Tadzhib” juz 3 148

[8] Lil Hafidz Al Muttaqin Jamaluddin “ Tadzhibul Kamal Fi Asmair Rijal” juz 11 hlm 177

[9] Ibid jilid 10 hlm 527

[10] Tuhfatul Ahwadzi Bi Syarhi Jami’i Tirmidzi hal 206.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s