Khitbah

  1. 1.      Pengertian Khitbah

الخطبة (dengan dibaca kasroh kho’nya) secara bahasa ialah seserang yang meminang perempuan pada suatu kaum jika ia ingin menikahinya. Sedangkan apabila dibaca fathah, atau dhammah kha’nya bermakna orang yang berkhutbah pada suatu kaum yang menasehatinya, bentuk jama’nya khuthabun dan pelakunya disebut khatib.

Dan apabila kha’nya dibaca kasroh secara syara’ adalah keinginan seorang laki-laki untuk memiliki perempuan yang jelas dan terlepas dari berbagai halangan. Atau keinginan seorang laki-laki untuk memiliki perempuan yang halal untuk dinikahi.

Khitbah (meminang) merupakan pernyataan yang jelas atas keinginan menikah, ia merupakan langkah-langkah menuju pernikahan meskipun khitbah tidak berurutan dengan mengikuti ketetapan, yang merupakan dasar dalam jalan penetapan, dan oleh karena itu seharusnya dijelaskan dengan keinginan yang benar dan kerelaan penglihatan.

  1. 2.      Dasasr Hukum Khitbah

Sungguh Islam menjadikan khitbah sebagai perantara untuk mengetahui sifat-sifat perempuan yang dicintai, yang laki-laki menjadi tenang terhadapnya, dengan orang yang diinginkannya sebagai suami baginya sehingga menuju pelaksanaan pernikahan. Ia seorang yang menyenangkan untuk ketinggian istrinya secara indrawi dan maknawi sehingga tidak menyusahkan hidupnya dan mengeruhkan kehidupannya.

Di dalam hadits disebutkan:

وعن جابرقال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم, إذا خطب أحدكم المرأة فإن استطاع أن ينظر منها إلى مايدعوه إلى نكاحها فاليفعل قالفخطبت جارية من نبي سلمة فكنت أختبئ لها تحت الكرب حتى رأيت منها بعض ما دعاني إلى نكاحها فتزوجتها

“Dari Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah bersabda: jika seseorang meminang perempuan, maka jika mampu hendaknya ia melihatnya sehingga ia menginginkan untuk melihatnya, maka lakukanlah sehingga engkau melihatnya sesuatu yang menarik untuk menikahinya maka nikahilah”.

Sedangkan di dalam al-Qur’an juga disebutkan:

ولاجناح عليكم فيما عرَضتم به من خطبة النساء اوكنتم فى انفسكم علم الله انكم ستذكرونهن ولكن لاتواعدوهن سرا الا ان تقولوا قولا معروفا ولاتعزموا عقدة النكاح حتى يبلغ الكتاب اجله واعلموا ان الله يعلم ما فى انفسكم فاحذروه واعلموا ان الله غفور حليم (البقرة: ٢٣٥ )

“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, oleh karena itu janganlah kamu mengadakan janji nikah dengan mereka dengan secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan kepada mereka perkataan yang ma’ruf. Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun”.

 

  1. 3.      Macam-Macam Khitbah

Secara garis besar para ulama membagi macam – macam khitbah menjadi dua :

a)      Meminang secara langsung, berarti meminang seorang wanita menggunakan bahasa yang jelas, berarti menyebutkan ungkapan kata yang mempunyai makna suatu keinginan meminang, tidak ada kemungkinan makna lain, seperti “ Aku ingin menikahimu”.

b)      Meminang secara tidak langsung, adalah meminang dengan bahasa sindiran (kinayah), dan samara berarti menyebut ungkapan kata yang mengandung makna meminang dan makna lain, dan makna meminang dalam bahasa ungkapan lebih kuat.

Diantara hadits yang dijadikan dasar adalah periwayatan Abu Amr bin Al Ash yang menalak Fatimah binti Qays dengan pasti dan ia telah meninggalkannya. Nabi SAW bersabda :

“اذا حللت فأذنيني”

“Jika engkau telah halal beritahu aku”. (H.R Muslim).

 4.      Hikmah Khitbah

Hikmah khitbah diantaranya memberikan peluang kepada kedua belah pihak baik laki laki maupun wanita untuk mengetahui dari segi agama dan akhlak masing masing, karena cinta sebelum khitbah adalah merupakan tanda-tandakekuasaan Allah yang telah diberikan kepada seluruh ciptaan Nya baik seorang laki – laki maupun seorang wanita untuk saling mencintai dan dari padanya akan terbentuk suatu keluarga sakinah mawaddah dan warahmah.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-qur’an, surat Ar-Rum (30) ayat 21 yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.

Maka jika dijadikan poin-poin, hikmah khitbah dapat dibagi 3:

a)      Cara untuk saling mengenal antara calon pasangan suami istri.

b)      Jalan untuk mengetahui tabiat, akhlak, dan kecenderungan dari masing-masing calon pasangan suami istri.

c)      Jalan untuk mencapai kesepakatan kedua pihak menuju pembentukan mahliagi rumah tangga bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s